Stop Menjadi Perokok Pasif




smoker

Perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif, tapi apa daya sering kali kita membiarkan diri menjadi “korban“, seakan-akan tanpa pilihan sama sekali. tentu saja hal ini sangat tidak benar.

bos anda perokok tapi anda tidak berani menegur? jangan merasa atau menganggap bahwa menegur orang untuk tidak merokok adalah hal yang tidak sopan, siapa bilang? yang terpenting adalah niat dan niat. ini akan nampak dalam bentuk hasil. cara, metode, jalan bisa beribu macam. bila niat kita adalah untuk tidak menjadi korban para perokok gila-gilaan itu dan sekaligus menjadi peduli dengan kesehatan mereka, maka hasil yang kita dapatkan adalah kita tidak lagi dikelilingi asap rokok dan mereka yang kita pedulikan akhirnya juga berhenti merokok.

tidak ada makanan atau suplemen yang bisa menutup efek rokok, satu-satunya cara adalah berhenti.

tunjukkan bahwa perusahaan rokok akhirnya “nyerah-dipaksa” harus menuliskan label : peringatan merokok menyebabkan.. dan seterusnya. pasti karena terbukti bahwa apa yang tercantum dalam peringatan itu benar adanya.

mana mau perusahaan rokok memberi label yang merugikan dirinya sendiri kalau tidak terbukti secara ilmiah maupun statistik bahwa rokok sungguh-sungguh tidak menguntungkan, bahkan merugikan kesehatan?

argumen ngawur yang mengatakan kita mendapat devisa dan pendapatan dari rokok serta buruh pabrik rokok bisa kelaparan kalau pabriknya tutup. itu hanya alasan yang dicari-cari.

kita justru bisa berhitung berapa banyak biaya dihemat dari kebutuhan berobat dan angka kanker yang dapat ditekan atau bayi dengan berat badan lahir rendah tidak akan terjadi kalau saja negeri ini bebas rokok.

belum lagi penghematan yang bisa dilakukan seorang ayah bila berhenti dan mengalihkan dananya demi lauk pauk anaknya atau pendidikan lebih.

sayangnya, memang ada kepentingan-kepentingan lain yang tetap masih bermain dalam percaturan ekonomi dan bermakna politis. sekalipun menutup pabrik rokok bukan berarti memberhentikan pegawainya, melainkan tetap memperkerjakan pegawainya untuk sektor industri lainnya.

kita harus percaya dan yakin, bila kita mau berdiri untuk suatu visi yang meletakkan nilai kehidupan diatas segala-galanya, maka kita pasti mampu mengatasi semua tantangan.

tentu bukan resiko, seperti menegur orang merokok diruangan ber-AC kadang mendapat dampratan balik, bahkan dengan umpatan: sok tau amat sih? satpamnya aja ngga segalak kamu!

tapi saya tidak peduli, saya cuma menjawab “karena saya lebih peduli daripada satpam. saya peduli hak dengan hak orang lain yang kelihatannya diam disini, tapi mereka butuh hak mendapat udara bebas rokok. hak untuk hidup selalu lebih didahulukan ketimbang hak untuk memilih mati.” jelas Dr. Tan Shot Yen.

  • Filed under: Dunia Luar
  • Related Post


    8 Responses for "Stop Menjadi Perokok Pasif"

    1. poo poo May 11th, 2008 at 9:20 am 1

      Saya gak pernah melarang orang merokok asal ditelan sama asap2nya sekalian. Bila perlu puntungnya juga. Eman…larang2 diguak!!!!

      SETUJUUU!!!! huehehehehe

    2. elmo elmo May 11th, 2008 at 12:01 pm 2

      tapi liat deh iklan-iklan rokok di tipi.. yang panjang itu iklan rokoknya, sedangkan peringatannya paling cuman berapa detik.. semua dah tahu, para perokok pun dah tau kalo rokok nggak cuman rugiin diri sendiri, tp membahayakan orang sekitar juga.pernah nggak di tivi liat ada bukti otentik yang tunjukin “ini lo bahaya rokok itu!!” sekalian aja tunjukin bedah paru orang yang dah meninggal trus perokok berat waktu masih hidup.. q jamin parunya bolong-bolong!*emang pernah liat ya? :D kok bisa ya hidup sambil “menghitung hari” kematian?

      kenikmatan sesaat membuat lupa akan maud yg menanti :)

    3. naki naki May 12th, 2008 at 10:07 am 3

      coba nOnton deh thank you for smoking , banyak hal yang bisa dipetik dari situ ^0^

      lam kenal yee

      waduh ‘thank you for smoking’? hehehe cari dimana? SALAM KENAL!

    4. Qie Qie May 12th, 2008 at 10:12 am 4

      Untung aQ bukan dari perokok yang pasif atau pun aktif???
      jadi aQ gak perlu cemas dengan argumen ngawur kayak gitu!!!

      wah anda beruntung om! ada ditempat yg tidak dipenuhi smoker hehehe

    5. dani dani May 16th, 2008 at 8:59 am 5

      lalu bagaimana dgn tontonan (sponsor) musik dan olahraga? :)

      itu dia… rata2 kegiatan yg banyak digemari, iklan rokok ikutan masuk, karena emang ladang subur buat cari duit, mungkin kedepan pihak penyelenggara harus membatasi iklan rokok spt yg diterapkan di F1

    6. lucky lucky July 14th, 2009 at 10:56 am 6

      salah satu produsen rokok mengeluarkan program beasiswa bg mahasiswa berprestasi..memang suatu program yg bagus (krn ikut membangun pendidikan indonesia),tp di sisi laen mereka menjual rokok pada mahasiswa, uang hasil penjualan rokok, mereka (produsen rokok) gunakan untuk beasiswa..

      mending tutup aja deh pabriknya, pegawainya di alihkan ke usaha laen, KPI tolong deh batasi penayangan rokok…batasi sponsor2 rokok pada event2, acara olahraga..dll.biar lama lama mereka bangkrut…

    7. Powerrangga Powerrangga December 25th, 2009 at 6:59 pm 7

      setuju banget! mereka enak2an qt justru yg dapet sampahnya dijantung!

    8. hamsah hamsah October 7th, 2011 at 8:35 am 8

      kalau merokok jangn membakar satu-prsatu merugikan orang lain…

      Kalau prlu,bakar langsung semua ama pabrik rokok nya biar ga ada lg yg rokok…….

      By.hamsmash hamsae sakhiey


    Leave a reply


    My Links






    Meta

    Calendar

    May 2008
    M T W T F S S
    « Apr   Jun »
     1234
    567891011
    12131415161718
    19202122232425
    262728293031  

    UserOnline

    ShoutBox

    Information