25 May

Pada hari sabtu tanggal 3 mei 2008, kementerian kesehatan China mengeluarkan perintah siaga nasional karena merebaknya virus maut bernama Enterovirus 71 atau EV-71. virus ini menyebabkan satu jenis penyakit kaki, mulut dan tangan. dikabarkan dalam waktu singkat sebanyak 23 anak di satu kota di China tak terselamatkan nyawanya.
Fenomena ini tampaknya harus diantisipasi dengan cermat dan cepat oleh masyarakat kita khususnya pihak departemen kesehatan. karena virus SARS dan flu burung juga awalnya terjadi di asia daratan tersebut.
Masyarakat indonesia mungkin menganggap hal yang biasa karena infeksi kaki, tangan dan mulut cukup sering terjadi disini, yang menjadi tidak biasa penyebabnya adalah Enterovirus 71 yang cukup mematikan.bulan juni dan juli dianggap sebagai musim puncak penyakit ini.
Infeksi virus yang sering disebut “Flu Singapura” dalam dunia kedokteran dikenal sebagai hand, foot and mouth disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM), penyakit KTM ini merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam genus Enteroviru. Genus Enteroviru terdiri atas Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus, dan Enterovirus.

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. KTM adalah penyakit umum yang biasa terjadi pada kelompok masyarakat yang sangat padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu samapai 5 tahun. orang dewasa umumnya kebal terhadap Enterovirus. penularannya melalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet (percikan) ingus, air liur, tinja, cairan dari vesikel atau ekskreta (lepuh atau bisul kecil-kecil). juga melalui kontak tidak langsung dengan handuk, baju, peralatan makanan dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. karenanya penyebarannya di antara kelompok anak misalnya sekolah atau di tempat penitipan anak bisa terjadi sangat cepat.
Sesudah kontak langsung atau tidak langsung dengan penderita, dalam waktu 3 sampai 5 hari barulah timbul lepuh. selama masih berisi cairan, lepuh ini bisa menulari. virus EV-71 pun bisa hidup berminggu-minggu pada kotoran. gejala awal adalah demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti nyeri tenggorokan, serta sulit makan dan minum karena nyeri akibat luka di mulut dan lidah. kadang disertai sedikit pilek atau gejala seperti flu. kemudian timbul vesikel atau blister (lepuh kemerahan/ruam yang kecil dan rata), kadang muncul ruam dibokong.
Bayi atau anak usia dibawah 5 tahun yang mengalami gejala berat harus dirujuk ke rumah sakit, gejala yg dianggap berat adalah suhu lebih dari 39C atau demam tidak turun-turun, denyut jantung sangat cepat, sesak, malas makan minum, muntah atau diare dengan dehidrasi, badan sangat lemas, kesadaran turun atau kejang-kejang.
Perilaku hidup sehat dan bersih adalah pencegahan dan perlindungan terbaik agar tak terinfeksi, cucu tangan dengan sabun dan air sehabis buang air, sebelum makan, sesudah membuang ingus dan sesudah mengganti popok atau pakaian kotor, hindari pinjam-meminjam cangkir, sendok garpu, alat kebersihan pribadi seperti handuk, lap muka, sikat gigi, dan pakaian terutama sepatu dan kaus kaki.
3 Responses for "Menangkal Enterovirus 71 (EV-71)"
ceyem yaaak..
duuuh serem..
tapi kenapa musti aaaak..gitu yak?
kan gak cuma dimulut..bisa aja priksa di tangan ato kaki
duh china jorok sih! maka na banyak penyakit disana sini! SARS paling banyak waktu itu bukan na di China juga tah ?!
Leave a reply