Kisah Jembatan Suramadu




antrean jembatan suramadu

Akhirnya selesai juga jembatan sepanjang 5,3 kilometer itu, jembatan yang menghubungkan Surabaya dan Madura ini menelan biaya sebesar Rp.5 triliun yang beberapa dananya dipinjam dari pemerintah Tiongkok. Hari ini (17/06/2009) masa sosialisasi dan uji coba jembatan Suramadu resmi selesai, jadi semua kendaraan yang hendak melintas mulai dikenakan tarif.


Tarif tersebut dihitung berdasarkan pertimbangan ongkos perawatan dan pengoperasian jembatan, jika dihitung untuk pengelolaan selama 18 bulan saja membutuhkan dana sebesar Rp. 10,8 miliar menurut Nurdin Manurung, kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Setelah 18 bulan tarif akan disesuaikan berdasar besarnya biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan selama 35 tahun kedepan.

Daftar Tarif Jembatan Suramadu (berlaku mulai 17 juni 2009 jam 00.00)

Golongan I (Sedan, Jip, Pickup/Truk kecil dan bus) Rp.30 ribu
Golongan II (Truk dua gandar) Rp. 45 ribu
Golongan III (Truk tiga gandar) Rp. 60 ribu
Golongan IV (Truk empat gandar) Rp. 75 ribu
Golongan V (Truk lima gandar atau lebih) Rp. 90 ribu
Golongan VI (Sepeda motor) Rp. 3 ribu

Selain itu,

Baru dibuka, Jembatan Suramadu sudah dirusak, alias terjadi pencurian oleh tangan-tangan jahil, salah satu barang yang hilang adalah puluhan lampu penerangan di bawah lantai jembatan utama (main span). Jumlah lampu yang hilang sekitar 42 lampu yang dipasang rapat pada beton gilder dan ditutupi kasa dari kawat baja, padahal lampu itu berperan sangat vital untuk penerangan di malam hari, salah satunya untuk panduan kapal yang melintasi bawah jembatan agar kapal yang melewati bentang tengah tetap aman, misalnya untuk menghindari senggolan antara bodi kapal dengan fondasi bentang tengah.

Sebelumnya terjadi kehilangan juga yaitu sejumlah mur di tengah jembatan, untuk itu akan segera diambil tindakan untuk mengelas mur pada baut agar tidak mudah lepas. Jasa Marga berencana memasang closed circuit television (CCTV) di sepanjang jembatan, tetapi mungkin baru enam bulan lagi baru terealisasi.

Wah keburu besi-besi jembatan Suramadu habis nih hehehehehe :P

foto : jawapos

  • Filed under: Jalan-jalan
  • Related Post


    6 Responses for "Kisah Jembatan Suramadu"

    1. elmo elmo June 18th, 2009 at 9:19 am 1

      wedew.. keburu habis besinya..jadi kalo liwat situ kudu ati-ati pulak.. bisa2 ambruk.. sereem!!!

    2. Zalukhu Info Zalukhu Info June 20th, 2009 at 10:29 pm 2

      Ampun dah…. lihat gambar di atas aja dah pening.. apalagi berada di antara orang2 itu.. :)

    3. Blog Ijo Blog Ijo June 26th, 2009 at 7:51 pm 3

      Suramadu = Sumatera – Madura?
      wakakakakakaka…

    4. fr fr July 1st, 2009 at 11:40 am 4

      yang lengkap boss

    5. broden adam broden adam July 6th, 2009 at 12:30 pm 5

      semoga surabaya tambah sukses selalu…arek bonek

    6. chaca chaca September 10th, 2012 at 4:25 pm 6

      apikkkkkk,,,,,,,,


    Leave a reply


    Say it

      Dengan atau tanpa agama, Anda bisa melihat orang baik berbuat baik dan orang jahat melakukan kejahatan. Tapi agar orang baik tidak melakukan kejahatan, dibutuhkan agama.
      Steven Weinberg 1933

    Advertisement


    Category

    My Links






    Meta

    Calendar

    June 2009
    M T W T F S S
    « May   Jul »
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
    2930  

    UserOnline