30 Dec
Bandung, Pada awal tahun baru 2010 akan ditandai dengan munculnya dua gerhana secara berurutan, yaitu tgl 1 Januari dini hari tepat setelah pergantian malam tahun baru, dan kemudian gerhana matahari pada tgl 15 Januari. Gerhana tersebut dapat disaksikan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Thomas Djamaluddin, Kepala Pusat Pemanfaatan Atmosfer dan Iklim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Bandung, Mengatakan gerhana bulan akan terjadi selama satu jam, antara pukul 01.53-02-53 WIB pada 1 Januari 2010. Di Indonesia bagian timur, gerhana bulan itu masih bisa disaksikan menjelang pagi, antara pukul 03.53-04.53 WIT.
Lanjut Djamaluddin gerhana tersebut hanya berupa bayangan hitam kecil, hanya 7%. Fenomena ketika bayangan bumi mengenai bulan tersebut bisa disaksikan penduduk bumi yang saat itu mengalami malam.
Yang patut diwaspadai adalah kemungkinan banjir karena air laut akan pasang saat purnama, jika terjadi hujan lebat di atas laut maka dapat menaikkan permukaan air.
Gerhana Matahari Pada 15 Januari 2010
Bentuk gerhana akan terlihat berbeda-beda di berbagai negara, Gerhana matahari cincin akan terlihat sempurna di benua Afrika, India bagian selatan dan Cina. Saat itu, posisi bulan yang terlihat dari bumi tepat dan penuh menutupi bagian tengah matahari. Sisa cahayanya di sekitar lingkaran matahari itulah yang terlihat seperti cincin.
Sedang di Indonesia gerhana matahari cincin tidak akan terlihat sempurna, hanya tertutup sebagian dan berlangsung antra pukul 15.00-16.00 WIB, kegelapan di tiap daerahnya pun beragam, di wilayah Papua dan sekitarnya malah tidak mengalami gerhana matahari.
Diwilayah Sulawesi Utara, kegelapan gerhana itu berkisar 0-5%. Di Jawa Barat dan Jawa Tengah antara 0-10%. Sedangkan di Kalimantan mencapai 5-20%. Wilayah yang cukup gelap terjadi di Sumatera. Dipulau Andalas itu cahaya matahari yang meredup bisa sampai 60%.
Sumber Tempointeraktif
Leave a reply