21 Oct

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menetapkan kejadian luar biasa (KLB) difteri di seluruh Jawa Timur, sejak januari hingga oktober 2011 terdapat 328 anak-anak di Jatim terserang difteri dan sebelas diantaranya meninggal dunia.
“Warga agar melakukan langkah preventif dan kuratif agar difteri tidak semakin menyebar ke daerah yang belum terkena,” kata Gubernur Jatim Soekarwo Senin, 10 Oktober 2011.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan mengirimkan sebanyak 50.000 vaksin guna mengatasi wabah difteri yang melanda Provinsi Jawa Timur (Jatim).
Merebaknya wabah ini membuktikan banyaknya bayi yang tidak mendapatkan imunisasi DPT (difteri, pertusis/batuk rejan dan tetanus), padahal vaksin DPT wajib diberikan untuk mencegah penyakit difteri yang menyerang tenggorokan/pernapasan, pertusis (batuk rejan) dan tetanus (infeksi akibat luka yang menimbulkan kejang-kejang).
Vaksin ini diberikan sebanyak lima kali dan pertama kali saat bayi berumur lebih dari enam minggu, dilanjutkan saat bayi berumur 4 dan 6 bulan. Ulangan DPT diberikan saat umur bayi 18 bulan dan 5 tahun. Untuk memperkuat bisa dilakukan pada anak umur 12 tahun dan kemudian dilakukan lagi setiap 10 tahun.
Kemenkes Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE menuturkan bahwa difteri adalah infeksi di saluran napas, jika anak demam dan mengalami gangguan pernapasan kemungkinan terkena difteri.
Difteri adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan terutama laring, amandel dan tenggorokan. Penularannya melalui percikan ludah yang berasal dari penderita atau benda-benda yang sudah terkontaminasi bakteri, dan gejala umumnya timbul 1-4 hari setelah terinfeksi.
Gejala yang muncul adalah demam, nyeri tenggorokan ringan, nyeri saat menelan, amandel tertutup selaput lendir, mungkin terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher dan napas berbunyi. Jika dicurigai difteri bisa dilakukan pemeriksaan apus tenggorokan dan diperiksa di laboratorium.
7 Responses for "Waspada Wabah Difteri di Jawa Timur"
Semoga cepat teratasi wabah difteri ini.
waduhh ???? mesti waspada ini mah…
-salam hangat-
Baru denger nih,,bahaya juga perlu waspada
Kunjungi web flash saya juga yah. Tiger Flash
Hati2lah..Kesehatan segala-galanya..Jadi lebih baik mencegah dari pada mengobati…
Ikut menyimak artikelnya Gun
serem banget ya, semoga cepat teratasi
jaga kesehatan dan waspadai penyakit
Leave a reply